Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Bermain Curang dengan Popularitas? Beberapa Alasan Grup Idola Kpop Bubar

Dibalik kesuksesan Korean Wave di dunia ternyata ada sisi gelap dari mereka semua, terkadang hal tersebut yang akhirnya membuat sebuah grup idola kpop bubar tanpa ada bekas apapun. Alasan mengapa mereka bubar pun banyak dijadikan spekulasi oleh masyarakat hingga penggemarnya.

Beberapa Alasan Grup Idola Kpop Bubar

Tidak sedikit penggemar merasa dikecewakan karena idola kpop andalannya tiba-tiba bubar, terkadang klarifikasi yang diberikan pun belum sepenuhnya benar. Dari situ banyak spekulasi muncul beberapa alasan mengapa sebuah grup idol kpop bisa bubar, dan berikut ini dapat menjelaskan spekulasi kemungkinannya.

1. Masa Kontrak dengan Agency Habis

Source : aminoapps.com

Dalam dunia entertainment di Korea memang selalu dinaungi oleh sebuah agency, dan mereka tentunya mempunyai sebuah kontrak sendiri terhadap beberapa anak-anak asuhan atau didikkannya. Nah, salah satu alasan terkadang grup idola kpop bubar adalah masa kontraknya habis sehingga berhenti secara tiba-tiba.

Cara kerja kontrak pada sebuah agency adalah sebesar apa potensinya dalam dunia entertainment Korea, jika memang mereka banyak yang mendambakan serta terus menerus menghasilkan uang, kontraknya habis akan diteruskan lagi. Jadi bagi idola kpop dengan popularitas menurun, jelas akan diputus kontraknya.

2. Agency hanya Memperpanjang Member yang Berpotensial

Source : id.wikipedia.org

Sudah sedikit disinggung dalam pembahasan poin pertama, sama saja seperti mempertahankan member yang berpotensial dalam artian mempunyai banyak penggemar serta job iklan dan lainnya. Agency rela menghentikan kontrak secara tiba-tiba jika memang mengancam kesuksesan agencynya tersebut.

Terkadang dalam satu grup idol kpop, hanya ada beberapa saja yang menjadi favorit penggemar sehingga sebagai anggota tidak berpotensi akan diputus kontrak. Memang terdengar kejam tetapi itu adalah peraturan disiplin dari semua agency di Korea Selatan. Mengedepankan kedisiplinan serta kesuksesan.

3. Playing Cheating with Popularity

Source : idntimes.com

Sepertinya menggunakan cara tidak adil berlaku dalam dunia kerja, tidak hanya di sebuah agency artis Korea. Di tengah kerasnya persaingan artis-artis di sana, beberapa usaha kerasa dilakukan dan tentunya menempuh jalan apapun. Salah satunya bermain curang dengan menyingkirkan anggota lainnya.

Begitulah kejamnya dunia kerja, sehingga sudah menjadi makanan sehari-hari bahwa cara curang selalu dilakukan untuk mendongkrak segala popularitas. Di Indonesia pun bagi mereka yang telah redup pasti akan menempuh jalan lain agar terangkat lagi namanya di dunia entertainment.

4. Kurangnya Kekompakan Pada Sesama Member

Source : channel-korea.com

Artis pemain film dengan grup idol kpop mempunyai peran masing-masing, mungkin bagi artis perseorangan hanya berusaha mempromosikan dirinya sendiri tidak seperti kpop. Mereka harus sangat akrab dan kompak jika ingin ketenarannya awet dalam waktu yang lama. Kekompakan menjadi kunci utamanya.

Seperti halnya persahabatan, semakin lama terjalin dan mempunyai kekompakan setiap melakukan kegiatan, hubungan pertemanannya tentu akan bertahan lama. Contoh saja BTS, mereka selalu terlihat kompak satu sama lain dan akrab. Selain sudah bersama bertahun-tahun, hubungannya serasa keluarga satu sama lain.

5. Perselisihan yang Tidak Mempunyai Ujung Penyelesaian

Source : koreaboo.com

Dalam sebuah keluarga pasti akan ada perselisihan meski hanya sekali dua kali, begitu juga di dalam hubungan grup kpop tentunya perselisah sering terjadi karena terbentuk dari beberapa manusia dengan sifat berbeda. Namun perselisihan yang seharusnya dapat diselesaikan seperti tidak memiliki ujung.

Hal tersebut erat kaitannya dengan kekompakan, setiap orang akan mempertahankan egonya untuk selalu menang sehingga tidak ada yang ingin kalah satu sama lain. Sayangnya hal tersebut lah faktor utama perselisihan tak terselesaikan dan akhirnya membubarkan grup tersebut. Mengalah bukan tentu kalah ya kawan.

6. Pihak Agency Kurang Kooperatif dan Mengayomi

Source : omahkpop.com

Selain kerjasama antara member, pihak agency pun seharusnya bisa lebih mengayomi serta cooperative dengan semua anak didikannya. Support dan cooperative itulah yang dapat mengawetkan grup kpop sehingga terhindar dari kebubaran semua membernya. Sebagai pemimpin seharusnya bisa mengayomi.

Begitu juga dengan agency harus bisa dan mau mengayomi semua didikannya, tidak pilih kasih serta memberikan solusi terbaik. Mungkin memang mereka sudah memiliki kontrak namun lebih baiknya, support serta kerjasama dari agency juga dibutuhkan di dalam sistem kerja entertainment tersebut.

Sebagai penggemar wajar jika merasa kecewa jika idolanya mendadak bubar bahkan tanpa kabar. Korean Wave sudah banyak berpengaruh pada masyarakat dunia, sehingga keberadaan mereka selalu dibutuhkan fansnya. Sekali saja kekompakkan tampak renggang, isu bubar akan beredar luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik