Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Review Film : Mengapa Alienoid Mendapatkan Penilaian Buruk di IMDb?

Setelah membahas tentang penilaiannya, melihat bagaimana beberapa user memberikan kritikan pedas terhadap Alienoid di IMDb tentunya muncul pertanyaan mengapa? Mengingat pemainnya sendiri bukan berasal dari pemilihan aktor dan aktris sembarangan. Bahkan ada yang mengomentari director atau sutradaranya Choi Dong-hoon sekaligus sebagai penulis ceritanya “drunk”. Ada apa? Yuk coba KTizen bahas alasannya.

Beberapa Alasan Mengapa Alienoid Mendapatkan Penilaian Buruk di IMDb

Menurut penelusuran penulis melalui website IMDb dan juga Rotten Tomatoes, memang film ini lebih banyak mendapatkan kritikan daripada pujian. Hal tersebut tentunya menimbulkan banyak pertanyaan bagi mereka yang merasa film tersebut cukup bagus. Pada dasarnya penilaian asli dari sebuah film kembali ke selera dan seberapa tahu mereka tentang film. Berikut sedikit pembahasan alasannya.

1. Penggabungan Perubahan Waktu yang Membingungkan

Source : promediateknologi.com
Source : promediateknologi.com

Tidak semua penikmat film menyukai film hybrid, terutama penggabungan waktu. Di adegan awal memang ada peralihan waktu dari tahun Kim Woo-bin pertama menemukan bayi lalu loncat ke waktu lain. Meskipun bagi pengamat film tidak ada hal aneh di sana namun bagi mereka yang minim pengalaman film-film mesin waktu dengan plot maju mundur akan merasa bingung.

Sorry to say, to be honest sebagai pengamat film ketika melihat adegan pertama ini sendiri penulis KTizen juga sempat bingung. Hal tersebut karena penempatan tahun serta dialog antara Kim Woo-bin dan robotnya yang membuat cenderung bingung bagi mereka yang minim dengan ilmu perfilman. Tidak heran ratingnya cukup rendah.

2. Termasuk Film Korea Selatan dengan Genre Sci-fi Fantasy

Source : leisurebyte.com
Source : leisurebyte.com

Alasan kedua, kemungkinan penonton masih merasa shock dan belum bisa menerima ciri khas dari screenplay dan sinematografinya. Mereka akan membandingkan dengan film kelas Hollywood padahal setiap film bergenre sejenis, walaupun sama-sama menggunakan sinematografi beserta screenplay, karakternya masing-masing.

Termasuk Alienoid, dimana sang sutradara sekaligus penulisnya ingin mencoba membuat gebrakan terbaru di dunia perfilman Korea Selatan dengan memberikan genre Sci-fi Fantasy. Namun ternyata mungkin hal tersebut karena masuk merasa baru, beberapa penontonnya masih belum bisa menerima sepenuhnya maksud dari pembuatan film ini.

3. Karakter Monster Alien yang Banyak Disalah Artikan Penonton

Source : rottentomatoes.com
Source : rottentomatoes.com

Sebenarnya setiap karakter yang diciptakan dalam film Alienoid mempunyai makna masing-masing, namun sayangnya tidak semua penontonnya bisa menangkap maksudnya. Jadi Alienoid sendiri adalah film dengan cerita tentang penyerangan alien dari masa ke masa. Tidak heran jika sutradara dan timnya berusaha membuat karakter tersebut real.

Namun ternyata mungkin alien yang dibuat mereka disalah artikan dimana sebagian masyarakat mengira alien “gambarannya” bukan robot atau sejenisnya. Sedangkan dalam film ini sutradara sebenarnya berusaha menggambarkan alien dengan sangat ramah digabungkan bersama teknologi modern sehingga jadilah seperti itu.

4. Durasi Film Terlalu Lama karena Penggunaan Banyak Adegan

Source : zapzee.net
Source : zapzee.net

Kritikan pedas lainnya muncul, menganggap durasi film terlalu lama karena penggunaan banyak adegan dimana membicarakan setiap karakter yang tidak ada habisnya. Jika membandingkan dengan film-film sejenisnya memang paling lama 2 jam namun Alienoid hadir dengan durasi 2 jam 22 menit hampir 2,5 jam.

Hal tersebut tentunya membuat penonton bosan, tetapi kembali lagi. Film ini sendiri merupakan hybrid movies, sehingga Choi Dong-hoon memberikan penjelasan sesingkat mungkin namun ternyata tetap memakan durasi. Mengingat penggunaan waktunya cukup beragam sehingga sebenarnya durasi tersebut cukup wajar.

5. Masih Adaptasi dengan Hybrid Action Movies

Source : filmaffinity.com
Source : filmaffinity.com

Memperlihatkan penggabungan action Kung-fu bertarung melawan alien which is persenjataannya lebih kuat yaitu laser. Gabungan keduanya masih terasa asing, digabungkan lagi dengan teknologi canggih dari karakter Kim Woo-bin. Hal tersebut tentunya bukan hal biasa dari sebuah film Korea Selatan yang memang masih baru, meskipun sudah ada Sci-fi lainnya namun beda dengan Alienoid.

6. Memecahkan Fokus Penonton dengan Banyaknya Penggabungan

Source : wowkeren.com
Source : wowkeren.com

Kembali lagi, mungkin bagi mereka yang sudah biasa dengan berbagai macam genre film, tidak kaget dan merasa wajar dengan Alienoid. Namun bagi penonton yang memang menontonnya hanya karena mungkin ada Kim Woo-bin atau alasan lain tentu saja sulit memfokuskan pada inti cerita mengingat Alienoid termasuk Hybrid Movies.

Terlepas dari semua alasan di atas, KTizen hanya berusaha memberikan masukan positif melalui jawaban mengapa Alienoid mendapatkan rating dan kritikan pedas. Padahal film ini cukup bagus, karena lain daripada yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik