Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

I Can Speak : Film 2017 yang Mengangkat Cerita Kisah Nyata di Korea Selatan tentang Sejarah Memilukan

Jarang diliput untuk direviews, sebenarnya film I Can Speak ini mengandung banyak makna yang sederhana namun mengena dengan jalannya. Diangkat dari kisah nyata dimana menceritakan penderitaan yang tersimpan selama 60 tahun tentang masa lalunya dipekerjakan oleh tentara Jepang untuk menjadi wanita penghibur di saat umurnya baru 13 tahun

Mempunyai Banyak Makna Beginilah Reviews tentang Film I Can Speak yang Menyentuh

Genre film ini sendiri adalah drama yang mempunyai adegan sederhana namun bermakna. Adanya peristiwa di masa lalu tersebut pada akhirnya membuat pertikaian Jepang, Korea Selatan dan Amerika saat itu sulit diselesaikan. Diadaptasi dari kisah nyata berikut ini reviews terkait film I Can Speak.

1. Judul Film yang Mempunyai Berbagai Makna Menyentuh

Source : beritabaru.co
Source : beritabaru.co

‘I Can Speak’ yang secara harfiah mempunyai arti aku bisa bicara. Bukan tanpa alasan penulis skenarionya memberikan judul tersebut, hal itu karena di dalam filmnya sendiri diceritakan pemain utamanya ingin belajar bahasa Inggris. Alasan pertamanya dia ingin berbicara pada saudaranya yang tidak bisa berbahasa Korea, namun ternyata ada sebab mendasar lainnya.

Sebagai korban paksaan menjadi wanita penghibur 60 tahu lalu dengan siksaan yang kejam dari tentara Jepang membuatnya ingin berhenti bersembunyi. Untuk itulah dia merasa ‘bisa bicara’ menjadi saksi dan juga dapat berbicara bahasa Inggris lancar guna bersaksi di Mahkamah Internasional di Washington D.C. Amerika Serikat.

2. Diadaptasi dari Kisah Nyata tentang “Comfort Women”

Source : kompasiana.com
Source : kompasiana.com

Melansir dari suara.com, film I Can Speak sendiri adalah kisah nyata dari cerita “comfort women”, yaitu terjemahan dari bahasa Jepang “ianfu” yang digunakan untuk menyebut gadis dan perempuan dipaksa menjadi budak seksual. Kejadian itu sendiri terjadi saat Perang Dunia II tentara kekaisaran Jepang.

Sudah bukan rahasia lagi bagaimana kejahatan para tentara Jepang, bahkan ketika menjajah Indonesia. Tidak heran bahwa cerita tersebut adalah kisah nyata. Bahkan di Korea Selatan sendiri untuk menghormati para “ianfu” tersebut, dibuatlah patung gadis dengan menggunakan hanbook karena ternyata kisah memilukan itu sangat dikenal oleh warga Korsel.

3. Mempunyai Alur yang Cukup Unpredictable untuk Penontonnya

Source : hancinema.net
Source : hancinema.net

Di awal menontonnya, mungkin penonton akan mengira bahwa film tersebut hanya akan menceritakan konflik pertemanan antara seorang nenek dan pemuda berusia 30-an tahun. Dipertemukan sebagai pekerja di layanan masyarakat dan warga lokal yang banyak mengajukan keluhan, lalu dipersatukan sebagai guru dan murid belajar bahasa Inggris.

Alur awal tersebut yang nantinya menjadi jebakan dimana akhirnya penonton akan disuguhkan pada plot twist dimana ternyata nenek Na Ok Bun menyimpan banyak penderitaan di hidupnya. Alasannya belajar bahasa Inggris tidak hanya ingin “bisa berbicara” tetapi juga “bersaksi di depan dunia” bagaimana kekejaman tentara Jepang saat Perang Dunia II dahulu.

4. Memenangkan Banyak Penghargaan dan Laris di Korea Selatan

Source : kompasiana.com
Source : kompasiana.com

Melihat bagaimana film tersebut ternyata diadaptasi dari kisah nyata, membuat beberapa masyarakat lokal Korea Selatan penasaran dengan film ‘I Can Speak’. Selain itu pada waktu itu, film ini berhasil memenangkan 17 penghargaan dari 27 nominasi, hebat bukan? Meskipun dikemas secara sederhana namun bermakna namun mengambil hati banyak orang.

Selain itu, melansir dari suara.com film ini berhasil dalam memenangkan hadiah untuk proyek skenario “Comfort Women” yang disponsori oleh Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga. Tidak hanya itu saja, bahkan ‘I Can Speak’ terpilih untuk dukungan produksi film keluarga dari Korean Film Council.

5. Menguras Air Mata membuat Penonton Ikut Merasakan Kepedihannya

Source : imdb.com
Source : imdb.com

Jika Anda mulai menonton film ini sebaiknya siapkan banyak tisu karena akan di balik adegan komedi di awal tersimpan pilu di akhir. Di beberapa adegan memperlihatkan bagaimana sakitnya menyimpan kepedihan selama 60 tahun sebagai nenek Na Ok Bon. Tidak sedikit penonton yang mereviews film ini ikut menangis di adegan plot twist di akhir.

6. Pengemasan Film Menceritakan Kebenaran di Balik Alur Tidak Tertebak

Source : appmifile.com
Source : appmifile.com

Sudah disinggung pada poin sebelumnya bahwa film ini sebenarnya menyuguhkan plot twist yang sangat tidak diduga. Hal ini yang pada akhirnya menjadikan film ‘I Can Speak’ menjadi film kisah nyata yang dibungkus secara rapi melalui adegan-adegan komedi tak bisa ditebak.

Nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini sendiri sangat banyak, salah satunya tidak akan pernah ada kata terlambat dalam belajar. Bahkan seorang nenek renta masih semangat mempelajari bahasa Inggris untuk memperjuangkan keadilannya di masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tidak Kalah Menarik